Visi & Misi
Arah dan tujuan SMKN 1 Pangandaran
Visi
Menjadi SMK Penghasil Lulusan Yang Berdaya Saing Terhadap Perkembangan Global
Misi
1. Melakukan pembelajaran berbasis teknologi informasi, taeaching factory dan interpreneur
2. Memfasilitasi pembentukan karakter murid yang cageur, bageur, bener, pinter dan singer
3. Menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung budaya industri, budaya sehat dan ramah lingkungan
4. Meningkatkan kerjasama dengan dunia industri/ usaha dan lembaga terkait baik berskala nasional maupun internasional
Tujuan
1. Peningkatan Kompetensi Global
Menghasilkan lulusan yang memiliki sertifikasi kompetensi bertaraf internasional dan/atau menguasai minimal satu bahasa asing fungsional (seperti Bahasa Inggris atau Bahasa Jepang) sebagai bekal memasuki pasar kerja global.
2. Penguatan Kewirausahaan dan Inovasi
Mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan peserta didik sehingga minimal 15% lulusan setiap tahun memilih jalur wirausaha dengan produk atau layanan yang inovatif, berkelanjutan, dan terdaftar secara legal.
3. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Berbasis Industri (Teaching Factory)
Mewujudkan implementasi Teaching Factory (Tefa) secara konsisten pada seluruh program keahlian yang menghasilkan produk dan/atau layanan nyata sesuai standar industri, dengan indikator peningkatan pendapatan Tefa minimal 10% setiap tahun.
4. Pembentukan Karakter Unggul
Membentuk seluruh warga sekolah yang berkarakter unggul dengan menginternalisasi nilai-nilai CAGEUR (Sehat), BAGEUR (Baik), BENER (Jujur/Benar), PINTER (Cerdas), dan SINGER (Terampil) dalam kehidupan sehari-hari, yang terukur melalui instrumen penilaian karakter.
5. Optimasi Sarana dan Prasarana Pendidikan
Menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai dengan minimal 80% fasilitas praktik terstandarisasi industri, serta menerapkan budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) dan mewujudkan lingkungan sekolah berwawasan Green School.
6. Ekspansi dan Penguatan Kemitraan
Mengembangkan jejaring kerja sama melalui terjalinnya minimal tiga (3) kemitraan internasional (seperti magang luar negeri, pertukaran guru/siswa, atau adopsi kurikulum), serta meningkatkan jumlah dan peran aktif mitra industri dalam negeri dalam penyusunan kurikulum dan penyerapan lulusan.